Seruan dan Pernyataan Sikap Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat Menuju May Day 2026!

photo author
Arigi, Ayo Karawang
- Sabtu, 18 April 2026 | 13:29 WIB
Ist
Ist

Di sisi lain, menguatnya peran militer dalam ranah sipil menjadi perhatian serius. Perluasan fungsi militer di luar tugas pertahanan berpotensi mengembalikan praktik dwifungsi yang pernah menjadi bagian dari masa lalu otoritarian. Hal ini tidak hanya mengancam supremasi sipil, tetapi juga berpotensi mempersempit ruang demokrasi.

Demokrasi yang seharusnya menjadi sarana partisipasi rakyat dalam menentukan arah kebijakan justru mengalami degradasi. Dalam situasi seperti ini, suara buruh dan rakyat semakin terpinggirkan dari proses pengambilan keputusan.

III. DAMPAK TERHADAP PEREMPUAN, RAKYAT KECIL, DAN LINGKUNGAN

Krisis yang terjadi saat ini memiliki dampak yang lebih berat bagi kelompok rentan, khususnya buruh perempuan. Dalam struktur ketenagakerjaan yang tidak adil, perempuan seringkali ditempatkan pada posisi paling rentan—bekerja di sektor informal, menerima upah lebih rendah, serta menghadapi risiko kekerasan di tempat kerja. Selain itu, perempuan juga menanggung beban kerja domestik yang tidak dibayar, yang semakin memperburuk kondisi sosial-ekonomi mereka. Ketimpangan ini menunjukkan bahwa persoalan ketenagakerjaan tidak dapat dipisahkan dari isu keadilan gender.

Di sektor agraria dan lingkungan, ekspansi industri ekstraktif serta proyek-proyek pembangunan skala besar telah menyebabkan perampasan ruang hidup rakyat. Konflik agraria terus meningkat, sementara kerusakan lingkungan semakin meluas. Alih-alih mengedepankan keberlanjutan, kebijakan pembangunan justru seringkali mengutamakan pertumbuhan ekonomi jangka pendek. Akibatnya, masyarakat lokal kehilangan akses terhadap sumber daya, sementara dampak ekologis ditanggung oleh generasi saat ini dan mendatang.

IV. MAY DAY 2026: MOMENTUM KONSOLIDASI DAN PERJUANGAN

Dalam situasi krisis multidimensi yang dihadapi saat ini, May Day 2026 harus dimaknai sebagai momentum untuk memperkuat konsolidasi gerakan buruh dan rakyat. Perjuangan untuk mewujudkan keadilan sosial tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan persatuan yang luas antar berbagai elemen masyarakat. Kelas buruh, petani, perempuan, mahasiswa, serta kelompok masyarakat lainnya memiliki kepentingan yang sama dalam menghadapi sistem yang tidak adil. Oleh karena itu, solidaritas menjadi kunci utama dalam mendorong perubahan.

Sejarah telah menunjukkan bahwa kemajuan hak-hak buruh tidak pernah diberikan secara sukarela, melainkan diperjuangkan melalui gerakan kolektif yang terorganisir. Dalam konteks ini, peran gerakan buruh menjadi sangat penting dalam mendorong lahirnya kebijakan yang lebih adil dan berpihak pada rakyat.

TUNTUTAN MENDESAK !!

  1. Cabut Omnibus Law Cipta Kerja dan wujudkan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang pro-buruh
  2. Hapus sistem kerja kontrak, outsourcing, dan kemitraan
  3. Hentikan pemutusan hubungan kerja massal dan jamin kepastian kerja
  4. Wujudkan sistem upah layak nasional berbasis kebutuhan hidup layak
  5. Sahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT)
  6. Hentikan kriminalisasi dan represi terhadap gerakan buruh dan rakyat

 TUNTUTAN LAINNYA ;

  1. Wujudkan jaminan sosial universal bagi seluruh rakyat, Hapus kekerasan dan diskriminasi terhadap buruh Perempuan, Wujudkan pendidikan dan kesehatan yang gratis dan berkualitas, Tingkatkan kesejahteraan tenaga pendidik dan tenaga Kesehatan.
  2. Jalankan reforma agraria sejati, Hentikan perampasan tanah dan eksploitasi sumber daya alam
  3. Tegakkan supremasi sipil dan hentikan militerisme, Lindungi kebebasan sipil dan hak asasi manusia, Bebaskan seluruh tahanan politik pada saat aksi-aksi rakyat.
  4. Mendorong perdamaian dunia dan hentikan agresi militer.

 PENUTUP

May Day adalah pengingat bahwa perjuangan buruh belum selesai. Ketidakadilan yang masih berlangsung menuntut adanya perubahan yang mendasar dalam sistem sosial, ekonomi, dan politik. Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) menegaskan bahwa perjuangan untuk keadilan tidak dapat ditunda. Diperlukan keberanian, solidaritas, dan komitmen bersama untuk mendorong perubahan yang berpihak pada buruh dan rakyat.

Maka berlandaskan terhadap bacaan diatas Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat dengan elemen rakyat lainnya akan melakukan aksi mayday 2026 di Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Gresik, Surabaya, Bali, Medan, Riau, Palembang, Lampung, Pontianak, Samarinda, Bulungan, Maluku Utara, Halmahera, Makasar, Gorontalo, Morowali, Sumbawa dan Kota/Kabupaten Lainnya secara bersama dengan tema dan tuntutan yang sama.

Persatuan ; Buruh, Tani, Mahasiswa, Nelayan, Pelajar, Perempuan, Miskin Kota, dan Masyarakat Adat !!!

Hidup Buruh, Hidup Rakyat !!!

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Arigi

Tags

Rekomendasi

Terkini

Resensi Buku: Solutest for TKA untuk Jenjang SMP

Rabu, 25 Februari 2026 | 16:34 WIB

Kadinkes Subang: Isi Perut Dulu Sebelum Minum

Kamis, 12 Februari 2026 | 14:52 WIB
X